Prof. Dr. Budiarno, Oktober 2009
Selasa, 27 September 2011
Rabu, 27 Juli 2011
KUNYIT (Curcuma domestica Val)
Indonesia
merupakan salah satu negara yang mempunyai keragaman hayati,diantaranya adalah
biofarmaka yang sangat bermanfaat dalam aspek medis (kesehatan)
baik langsung maupun tidak langsung. Saat ini masyarakat semakin menyadari
tentang maknakesehatan melalui perbaikan pola konsumsi, akibat trend “back to
nature” semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut,
perhatian dan upaya memanfaatkan obat alami semakin meningkat dan temulawak
merupakan salah satu komoditas yang sangat diandalkan. Salah satu komoditas
yang berpotensi di Indonesia adalah kunyit. Kunyit, (Curcumalonga Linn.syn.
Curcuma domestica Val.) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat aslidari
wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah
Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika.
Hampir
setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau
untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean Zingiberaceae. Di Indonesia ataupun Asia kunyit sudah dimanfaatkan dalam pengobatan sebagai
obat tradisional sebagai obat luka, penghilang rasa nyeri, artritis dan yang
terakhir dari penelitian para ahli menemukan bahwa kurkumin mampu
mencegahtumbuhnya sel kanker.
Kunyit
merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan yang tersebar
diseluruh daerah tropis di Indonesia. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar di
sekitar hutankebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m
dpl. Tanaman banyak
dibudidayakan di Asia Selatan khususnya
di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.
Di
Indonesia, kunyit termasuk komoditas terbesar di Indonesia. Pada tahun 2004 data produksi
menyatakan bahwa Indonesia mampu memproduksi kunyit sebesar 16.666.504 tondan
daerah yang paling berpotensi terhadap pertumbuhan kunyit adalah provinsi Jawa
Tengah.Areal dan produksi di jawa tengah mencapai 6.765.546 ton. Kunyit memiliki
akar kunyitmempunyai bau khas aromatik, rasa agak pahit, agak pedas dan dapat
bertindak sebagaiastringensia Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 %
Demetoksikurkumin : R1 =OCH3, R2 = H 1 – 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H
sisanya Minyak asiri / Volatiloil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%,
Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneoldan sineil ) Lemak 1 -3 %,
Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%,Garam-garam Mineral
(Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya.Indonesia memiliki potensi besar dalam
pegnembangan kunyit. Berdasarkan potensikesesuaian lahan (Puslitan) luas areal
lahan dengan agroklimat yang cocok untuk mengembangan temulawak mencapai
10.548.033 ha. Di Jawa tersebar pada 6 (enam) propinsiantara lain Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah D.I. Yogyakarta dan Jawa Timur dan ProvinsiKalimantan
Selatan
Data
dari Kementerian Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan bahwa pada tahun 2009
obesitas di Provinsi Riau mencapai 17,5 persen. Mengingat dewasa ini pola hidup yang cenderung modern dengan gejala serba instan,
menjadikan penyakit yang berkembang di masyarakat juga beragam seperti diabetes. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
manfaat obat herbal seperti kunyit, sehingga kunyit hanya dikonsumsi pada bumbu
dapur saja.
Kandungan Zat yang terdapat pada kunyit
Sedangkan kandungan zat yang ada dalam kunyit mengandung senyawa yang sangat berkhasiat sebagai obat, kandungan yang terdapat dalam kunyit sering disebut sebagai kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, kemudian desmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5%. Zat- zat bermanfaat lainnya yang ada pada kunyit seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil. Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 -3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.
Rabu, 06 Juli 2011
Faktor faktor yang mempengaruhi Pemahaman
Prof. Dr. Sudaryanto
Faktor faktor yang mempengaruhi Pemahaman
Faktor Internal
1.
Usia
Makin tua usia seseorang maka
proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik, akan tetapi pada usia
tertentu, bertambahnya proses perkembangan mental ini tidak secepat seperti
ketika berumur belasan tahun. Selain itu Abu Ahmadi (2001) juga mengemukakan
bahwa memang daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh umur. Dari
uraian ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh
pada pertambahan pemahaman yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur
tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pemahaman
akan berkurang.
2.
Pengalaman
Pengalaman merupakan sumber pemahaman, atau pengalaman itu suatu cara untuk
memperoleh kebenaran pemahaman. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat
digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pemahaman. Hal ini dilakukan dengan
cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan
yang dihadapi pada masa lalu
3.
Intelegensia
Intelegensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berfikir
abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru. Intelegensi
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil dari proses belajar.
Intelegensi bagi seseorang merupakan salah satu modal untuk berfikir dan
mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia mampu menguasai
lingkungan.
4.
Jenis kelamin
Menurut
Michael (2009) dalam bukunya yang berjudul “What Could He Be
Thingking” menjelaskan bahwa ada perbedaan antara otak
laki- laki dan perempuan. Secara garis besar perbedaan yang dikatakan dalam
buku tersebut adalah pusat memori pada otak perempuan lebih besar dari otak
laki-laki, akibatnya kaum perempuan memiliki daya ingat yang kuat dari
laki-laki dalam menerima atau mendapat informasi dari orang lain, sehingga mempunyai pemahaman cepat dibandingkan laki-laki.
Faktor Eksternal, antara lain :
1.
Pendidikan
Menurut Notoadmojo (2007) Pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses
pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga
sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Menurut Wied Hary (2006)
menyebutkan bahwa tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya
seseorang menyerap dan memahami pemahaman yang mereka peroleh, pada umumnya
semakin tinggi pendidikan seseorang makin semakin baik pula pemahamanya.
2.
Pekerjaan
Memang secara tidak langsung pekerjaan turut andil dalam mempengaruhi
tingkat pemahaman seseorang, hal ini dikarenakan pekerjaan berhubungan erat
dengan faktor interaksi sosial dan kebudayaan, sedangkan interaksi sosial dan
budaya berhubungan erat dengan proses pertukaran informasi. Dan hal ini
tentunya akan mempengaruhi tingkat pemahaman seseorang. (Humam, 2003).
3.
Sosial budaya dan ekonomi
Menurut Lukman (2008) Sosial budaya mempunyai pengaruh pada pemahaman
seseorang. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubunganya dengan orang
lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan
memperoleh suatu pemahaman. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan
tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga
status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pemahaman seseorang.
4.
Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemahaman seseorang.
Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, dimana seseorang dapat
mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat
kelompoknya. Dalam lingkungan seseorang akan memperoleh pengalaman yang akan
berpengaruh pada pada cara berfikir seseorang. (Nasution, 2009).
5.
Informasi.
Menurut Wied Hary (2006) Informasi akan memberikan pengaruh pada pemahaman
seseorang. Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia
mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya TV, radio atau
surat kabar maka hal itu akan dapat meningkatkan pemahaman seseorang.
Langganan:
Postingan (Atom)